Tentu saja Anda sebagai wanita, sangat penting untuk menjaga kesehatan alat reproduksi wanita. Karena seperti diketahui, ada banyak bahaya berupa penyakit yang mengincar bagian reproduksi dan memiliki potensi yang tinggi untuk terserang. Bagian tubuh manapun tentu harus dijaga kesehatannya, terutama untuk bagian reproduksi yang cukup sensitif keberadaannya.

Alat reproduksi wanita, dikatakan baik jika punya anatomi yang normal dan juga dipengaruhi oleh hormon-hormon reproduksi untuk kelancaran siklus menstruasi. Anda tentu wajib menjaga organ reproduksi, agar terhindar dari penyakit. Berikut ini beberapa penyakit organ reproduksi yang sering menyerang.

1. Endometriosis

Yang pertama ada endometriosis yang merupakan kondisi penyakit, yang sering ditemui pada wanita. Endometriosis adalah kelainan yang muncul pada jaringan yang membentuk lapisan endometrium, pada dinding dalam rahim dan tumbuh di luar rongga rahim. Jaringan tersebut tumbuh di ovarium, usus dan juga pada jaringan yang melapisi panggul.

Penyebabnya bisa karena siklus menstruasi yang menyebabkan jaringan salah tempat dan menjadi nyeri atau meradang, serta lama-kelamaan membesar membentuk kista. Jaringan tersebut bisa menyebabkan masalah kesuburan karena terjadi perlengketan, nyeri haid yang berat dan nyeri saat bersenggama. Bentuknya seperti benjolan di perut yang akan mengganggu aktivitas.

2. Mioma Uteri

Merupakan penyakit pada alat reproduksi wanita berjenis tumor jinak pada lapisan dinding rahim yang terdiri dari otot dan jaringan fibrosa. Penyakit ini sering menyerang wanita pada usia subur dengan ukuran yang bervariasi, mulai dari tidak terlihat sampai berukuran buah semangka. Mioma uteri umumnya banyak terjadi pada wanita usia 30 tahun ke atas dengan gejala umum durasi menstruasi lebih dari seminggu dan pendarahan menstruasi berat.

Didukung pula dengan gejala lain mulai dari nyeri pada bagian panggul, sering buang air kecil dan nyeri saat melakukan hubungan seksual serta saat menstruasi. Mioma uteri bisa mengganggu kesuburan, namun bergantung dengan ukuran dan lokasi mioma.

3. Cystitis

Cystitis merupakan alat penyakit pada alat reproduksi yang diidentifikasi oleh peradangan akut akibat infeksi pada kandung kemih. Wanita memang cenderung lebih mudah terinfeksi penyakit ini, karena saluran kencing yang cenderung lebih pendek dibanding pria.

Gejala yang ditimbulkan yaitu sering berkemih, nyeri di akhir berkemih serta terdapat nyeri pada bagian panggul. Ada sensasi terbakar ringan hingga nyeri yang cukup parah, dengan ketidaknyamanan yang beragam karena bisa terjadi terus-menerus ataupun jarang.

4. HIV/AIDS

Berikutnya yang merupakan sebuah virus dan menyerang sistem kekebalan tubuh dengan cara kerja melemahkan kemampuan tubuh melawan infeksi dan penyakit. Penyakit HIV ini cenderung menular kepada pasangan, janin yang dikandung dan juga rentan terhadap penyakit infeksi dan keganasan atau kanker.

HIV mudah menular lewat cairan tubuh seseorang yang mengidap HIV, ke tubuh orang lain dengan cara melakukan hubungan seks tanpa kondom. Penggunaan alat suntik secara bersama-sama dan transfusi darah juga bisa menularkan penyakit ini. Untuk janin, penyakit ini menular lewat plasenta saat hamil, persalinan dan juga menyusui.

5. Kanker Serviks

Terakhir ada kanker serviks yang cukup menghantui banyak wanita karena merupakan jenis kanker yang bermula dari leher rahim. Kanker serviks ini banyak disebabkan oleh infeksi virus papiloma manusia. Di mana bagian leher rahim, berbentuk silinder berlubang yang fungsinya menghubungkan bagian bawah rahim wanita ke vagina.

Kanker serviks umumnya lebih mudah menyerang untuk wanita usia 30 sampai 45 tahun yang sudah aktif secara seksual. Parahnya penyakit ini kurang disadari oleh wanita yang sudah mengidap kanker serviks karena gejalanya tidak terlalu terlihat. Gejala awal yang perlu diwaspadai adalah pendarahan dan keputihan yang berbau busuk, sering buang air kecil dan kesulitan buang air besar kemudian biasanya juga terjadi nyeri panggul.

Itu tadi beberapa penyakit yang sering menyerang alat reproduksi wanita dan tentu saja tidak boleh dianggap sepele. Jika mengalami gejala seperti yang disebutkan di atas, Anda wajib melakukan konsultasi ke dokter untuk penanganan lebih lanjut.

By Nabila